04 April 2017 14:58

Pembiayaan Multiguna Untuk Pendidikan

DISITU

Akhir tahun 2014, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperluas cakupan jenis pembiayaan, multifinance dengan menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.29/POJK.05/2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan. Dalam beleid itu, perusahaan pembiayaan dapat membiayai berbagai macam produk dan jasa baru.

Sebelumnya, cakupan pembiayaan perusahaan hanya meliputi pembiayaan konsumen, sewa guna usaha, anjak piutang, dan kartu kredit. Keluarnya beleid ini membuat multifinance kini bisa membiayai segmen lain berupa investasi, modal kerja, dan multiguna.

Sejumlah multifinance pun sudah berekspansi ke tiga sektor itu. Beberapa contoh produk yang dibiayai yakni pembiayaan pendidikan dan pembiayaan maritim.

Pembiayaan pendidikan digolongkan ke dalam jenis pembiayaan multiguna.Pembiayaan multiguna didefinisikan sebagai pembiayaan untuk pengadaan barang dan/atau jasa yang diperlukan oleh debitur untuk konsumsi dan bukan untuk keperluan usaha atau aktivitas produktif dalam jangka waktu yang diperjanjikan.

Pembiayaan multiguna wajib dilakukan dengan beberapa cara seperti sewa pembiayaan, pembelian dengan pembayaran secara angsuran dan/atau pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari OJK.

Sejumlah multifinance telah memperlihatkan minatnya untuk masuk ke ranah multiguna. Ada yang ingin masuk ke pembiayaan rumah, pernikahan, ada pula yang menyasar sektor pendidikan.

Mandiri Tunas Finance (MTF) misalnya, telah meluncurkan produk itu pada akhir semester I/2015. Sambil mengangsur cicilan mobil setiap bulan kepada MTF, konsumen juga ditawarkan angsuran pembayaran sekolah dengan jaminan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB) mobil. Nantinya, MTF akan melakukan pembayaran kepada universitas, sedangkan nasabah membayar cicilan per bulan sesuai dengan tenor dan biaya pendidikan. Direktur Utama MTF Ignatius Susatyo Wijoyo mengatakan tenor terlama yang ditawarkan MTF, yakni lima tahun.

Berbeda dengan pembiayaan pendidikan, pembiayaan maritim merupakan salah satu produk baru multifinance yang bisa diklasifikasikan ke dalam dua jenis pembiayaan, yakni pembiayaan berbasis modal kerja serta investasi.

Efrinal Sinaga, Ketua Pokja Kemaritiman dan Sekjen Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), mengatakan pada tahap awal, pembiayaan maritim dikhususkan ke sektor kelautan dan perikanan yang memiliki keterbatasan akses kredit ke perbankan.

Sejauh ini terdapat lima subsektor utama di bidang kelautan dan perikanan yang prospektif untuk didanai perusahaan pembiayaan. Pertama, kapal tangkap dan pengangkut berukuran 10 gross ton (GT), 30 GT, 60 GT, dan 80 GT. Kredit kepemilikan kapal bahkan merupakan fasilitas yang paling banyak dibutuhkan para calon kreditor. Kedua, pembangunan Solar Packaged Dialer Nelayan (SPDN) atau sistem pengisian bahan bakar nelayan di darat dan laut. Subsektor ini menjadi kebutuhan kedua terbanyak dari hasil survei. Ketiga, calon kreditor juga membutuhkan armada angkut yang disertai dengan pendingin atau cold storage guna menjamin hasil perikanan tetap segar dalam proses distribusi. Keempat, modal kerja koperasi atau gabungan kelompok nelayan. Subsektor ini juga diklaim memiliki prospek pembiayaan cukup bagus. Kelima, pengadaan investasi budidaya termasuk unit pengolahan ikan. 

Sumber : http://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/253





0 Komentar